TOPIK UTAMA

Presiden Federasi Real Estat Dunia (FIABCI), Walid Moussa

"Indonesia Sangat Menarik Bagi Investor Asing"

Administrator | Kamis, 23 Januari 2020 - 11:15:39 WIB | dibaca: 75 pembaca

Presiden Federasi Real Estat Dunia (FIABCI), Walid Moussa

Ekonomi global yang tengah terguncang dan juga perang dagang menjadi masalah berbagai negara, bukan hanya Indonesia. Hal itu juga diungkapkan oleh Presiden Federasi Real Estat Dunia (FIABCI), Walid Moussa kepada Majalah RealEstat di sela-sela kunjungannya di Indonesia guna menghadiri Asia Pacific Real Estate Congress (APREC) 2019 di Jakarta, Jumat (13/9/2019). Berikut petikannya.

Apa pandangan Anda terhadap perkembangan sektor properti di Indonesia setelah melakukan kunjungan ke beberapa proyek? 
Proyek-proyek yang saya kunjungi di Indonesia ini menjadi contoh penting dalam pembangunan karena seluruh dunia tengah menghadapi krisis, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga negara lainnya. Banyak orang yang ingin memiliki rumah sendiri, tapi daya belinya sedang menurun.

Namun, di Indonesia kondisinya cukup baik karena didukung oleh situasi politik yang cukup stabil jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Indonesia juga mungkin bisa segera melewati masa-masa sulit karena faktor pertumbuhan ekonomi yang akan berdampak positif terhadap sektor propertinya.

Yang terpenting, dengan adanya ketekunan dari para pakar properti, masyarakat, dan dukungan atau kekuatan politik dari pemerintah Indonesia, maka negara ini bisa melewati masa sulit.

Kami berharap Indonesia bisa menyongsong era yang baru dengan kinerja sektor properti yang lebih bersinar dan kondisi pasar yang lebih baik lagi. Indonesia punya seluruh kriteria sebagai negara yang kuat untuk lebih mendong lagi sektor properti dan pertumbuhan ekonominya.

Bagaimana perkembangan pasar dan tren properti dunia saat ini?
Seperti diketahui saat ini kita sedang dihadapkan pada tantangan gejolak perekonomian global akibat krisis di beberapa negara. Beberapa minggu yang lalu saya juga sempat berkunjung ke Kolumbia, dan wartawan di sana bertanya kepada saya mengenai small size unit.

Saya bilang kata itu sudah dimulai di Asia, termasuk di Indonesia. Saya bisa melihat bahwa Asia telah membuat konsep tersebut dengan sangat baik, dan pasar juga menyambut baik terhadap konsep tersebut. Dengan demikian, saya ingin mendorong pembang dunia Lainnya untuk menuiu konsep-konsep serupa yaitu small size unit dan tetap memiliki fasilitas yang lengkap untuk menarik minat pasar.

Apa yang seharusnya dilakukan para pengembang properti untuk menghadapi tantangan global?
Untuk menggairahkan pasar properti di tengah gejolak ekonomi global, saya menilai bahwa konsep perumahan yang terjangkau (affordable housing) bisa menjadi salah satu jalan keluarnya.

Kami di FIABCI juga cukup menaruh perhatian dan tertarik terhadap proyek perumahan yang terjangkau. Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam pengembangan perumahan yang terjangkau, mungkin bisa dengan membangun small size unit, atau dibangun di area yang lebih luas tetapi dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang lebih memadai.

Selain itu, pengembang juga harus teliti dalam melihat kebutuhan dari para konsumen. Mereka harus bisa mengetahui apa yang membuat konsumen mau membayar untuk membeli unit. Perlu adanya kerja sama dari berbagai stakeholder, tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga negara-negara lainnya.

Apakah bisnis properti di Indonesia menarik bagi investor luar negeri?
Saya belum mengetahui jelas mengenai apa saja kebijakan proteksi di Indonesia untuk investor luar negeri. Namun, saya bisa katakan investor akan tertarik untuk investasi jika kondisi suatu negara memiliki stabilitas politik, keamanan, dan kepastian hukum yang memadai. Jika aspek-aspek tersebut telah memenuhi maka saya rasa akan banyak investor asing yang tertarik untuk berinvestasi di Inodnesia.

Jika dilihat dari populasi penduduk yang besar, sebenarnya Indonesia juga merupakan pasar yang menarik bagi investor luar negeri.

Selain gejolak ekonomi global, apalagi tantangan yang dihadapi pengembang saat ini?
Tantangan utamanya masih dari aspek ekonomi. Perlu diingat bahwa biaya yang dikeluarkan untuk investasi properti sangat besar sehingga kalau kondisi ekonomi tidak bagus, maka daya beli masyarakatnya juga akan menurun, dan masyarakat cenderung memilih untuk menunda investasi.

Pendapat Anda tentang Program Sejuta Rumah?
Sektor properti di Indonesia sangat penting dan Program Rumah Rakyat di Indonesia juga sangat menarik. Apalagi pemerintah juga sangat memberikan perhatian, ditambah lagi dengan banyak yang tertarik, sehingga ini kelihatannya makin membaik semakin waktu dan kami memberikan apresiasi dan selamat atas keberhasilan ini.

Selain mengapresiasi, Walid juga mengungkapkan akan membantu langsung menjadi jembatan ke Bank Dunia soal bantuan dana untuk Indonesia guna Program Sejuta Rumah. (Teti Purwanti)