INFO DPD REI

Harga Rumah Subsidi Diprediksi Naik

Administrator | Senin, 13 Juli 2020 - 15:23:00 WIB | dibaca: 103 pembaca

Foto: Istimewa

Mataram – Harga rumah subsidi diperkirakan akan mengalami kenaikan di tengah banyaknya tekanan ekonomi global maupun nasional. Karena itu, masyarakat yang memiliki keinginan untuk memiliki rumah, diharapkan agar tidak menunda keinginannya.

Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTB, H. Miftahuddin Ma`ruf, SH menyebut harga rumah subsidi dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan.

Tahun 2020 ini, rumah subsidi berada pada harga Rp168 juta/unit. Disisi lain, alokasi dana subsidi rumah yang disiapkan oleh pemerintah sangat terbatas. Tahun ini jumlah rumah yang disubsisi di Provinsi NTB sebanyak 2 ribuan unit.

Tahun 2021 mendatang, belum dapat dipastikan. Apakah pemerintah mengalokasikan kembali anggaran untuk subsidi rumah, atau sebaliknya, dihapus.

“Karena itu, kalau ada niat untuk memiliki rumah, jangan diurungkan. Tahun depan kita ndak tau ada atau ndak subsidi pemerintah dan harganya pasti naik,” kata mantan Ketua Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTB ini.

H. Ma`ruf, pemilik PT. Baiti Jannati ini menambahkan, menunda memiliki rumah sama artinya menunggu harga beli rumah naik. Di tengah terbatasnya jumlah rumah subsidi yang disiapkan pemerintah, minat masyarakat memiliki tempat tinggal di satu sisi tetap tinggi.

“Meski Covid, menurut saya tidak ada pengaruh keinginan orang memiliki rumah,” ujarnya.

Sejumlah perusahaan pengembang anggota REI Provinsi NTB menyediakan rumah subsidi. Di tengah terbatasnya alokasi subsidi ini, skema lain yang disiapkan adalah Selisih Suku Bunga (SSB), program perbankan. Skemanya tak jauh beda dengan pembiayaan rumah subsidi.

SSB program bank ini, difasilitasi oleh bank-bank pelat merah, perbankan milik pemerintah. BTN, BRI, BNI dan Mandiri. H. Ma`ruf mengatakan, rencananya ada 3.000 rumah yang dibiayai dengan skema ini.

Bagaimana dengan daya beli? Menurutnya, daya beli masyarakat untuk rumah subsidi masih cukup bagus. Dengan setoran Rp900an ribu / bulan menurutnya masih cukup terjangkau.

Terutama di Pulau Sumbawa, di Sumbawa Besar. Rumah subsidi yang disiapkan oleh pengembang disambut positif oleh pasar.

Sumber: