Kilas Berita

Yakin Properti Bangkit

Emiten Properti Pasang Target Pertumbuhan Pra-Penjualan Tinggi

Administrator | Kamis, 21 April 2022 - 10:47:47 WIB | dibaca: 100 pembaca

Foto: Istimewa

Industri properti diyakini akan kembali bangkit di 2022. Pengembang pun cukup percaya diri. Bahkan sejumlah emiten properti membidik pertumbuhan pendapatan pra penjualan atau marketing sales rata-rata di atas 25% pada tahun ini.

Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) misalnya, mengejar perolehan marketing sales sebesar Rp2,4 triliun pada 2022. Target marketing sales tersebut meningkat sekitar 47% dibandingkan realisasi tahun lalu.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono mengungkapkan optimisme perseroan tidak terlepas dari tren positif yang terjadi di pasar properti sepanjang 2021. Diharapkan tahun ini menjadi momentum pemulihan bagi pasar properti nasional sekaligus meningkatnya daya serap pasar.

Sedangkan untuk mencapai target marketing sales yang telah dicanangkan, Intiland mengandalkan hasil penjualan dari beberapa pengembangan proyek baru yang akan diluncurkan tahun ini maupun dari pengembangan baru di proyek-proyek berjalan.

“Tahun ini kami rencananya meluncurkan sejumlah proyek baru, seperti perumahan maupun komersial. Proyek-proyek baru ini sudah masuk dalam pipeline pengembangan dan menunggu momentum terbaik untuk peluncuran,” kata Archied dalam siaran persnya, Senin (24/1/2022).

Beberapa pengembangan baru yang akan diluncurkan tahun ini antara lain sebuah proyek perumahan di Jakarta Utara, pengembangan tiga kluster baru di Surabaya dan Jakarta, serta properti komersial di Tangerang.

Pada tahun lalu Intiland mencatatkan marketing sales sebesar Rp1,64 triliun. Raihan itu melonjak 75% dibandingkan perolehan marketing sales tahun 2020 sebesar Rp937 miliar.

Archied mengatakan, peningkatan marketing sales tahun 2021 terutama berasal dari hasil penjualan di segmen pengembangan kawasan perumahan. Pada tahun lalu perseroan berhasil memasarkan dua pengembangan proyek baru yakni Amesta Living di Surabaya dan DUO Talaga Bestari di Tangerang.

“Tahun lalu pasar properti sudah mulai kembali bergerak. Stimulus kebijakan dari Pemerintah terbukti cukup efektif mendorong penjualan properti, khususnya pada segmen perumahan. Penjualan Intiland di segmen ini cukup meningkat, baik dari pengembangan proyek baru atau proyek-proyek yang sudah berjalan,” kata Archied. 

Di 2022, Intiland menganggarkan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp1 triliun. Anggaran itu rencananya akan digunakan untuk penyelesaian konstruksi dan landed house yang telah terjual. Selain itu, perusahaan juga berencana memperbanyak portofolio landed house.

Emiten properti, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) juga membidik pertumbuhan pendapatan marketing sales mencapai 28,57% pada 2022. Tahun lalu, perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp1,8 triliun.

Di tahun ini, Pakuwon berencana merilis produk high rise building yakni Pakuwon Bekasi dan Pakuwon Mall Surabaya. Pakuwon Bekasi akan dirilis pada kuartal II dan Pakuwon Mall Surabaya rilis kuartal IV-2022.

Perseroan memproyeksikan kontribusi pendapatan paling kuat tetap berasal dari penjualan segmen rumah tapak di Surabaya pada tahun ini. Sementara emiten properti PT PP Properti Tbk. (PPRO) menargetkan pendapatan marketing sales senilai Rp1,2 triliun pada tahun ini. Target itu tumbuh 28,75% dibandingkan realisasi pada 2021 senilai Rp932 miliar.

Direktur Keuangan PP Properti Deni Budiman menyebutkan perseroan melihat prospek bisnis properti pada 2022 masih cukup baik walaupun ada peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia.

“Beberapa insentif di sektor properti yang diberikan Pemerintah seperti PPN DTP yang diperpanjang hingga Juni 2022 juga diharapkan dapat menjadi penggerak sektor properti,” ujar Deni seperti dikutip dari Bisnis.com.

Perseroan masih akan fokus untuk mengembangkan produk rumah tapak. Selain itu, imbuh Deni, perseroan juga telah menyiapkan sejumlah strategi untuk tahun ini dalam rangka meningkatkan kinerja seperti mempercepat penjualan unit yang ready stock dengan memanfaatkan dukungan dari pemerintah melalui relaksasi PPN.

Untuk mendukung kinerja dan operasional perseroan, perseroan menyiapkan anggaran belanja modal senilai Rp300 miliar pada 2022. Jumlah ini naik sekitar 23% dari 2021 sekitar Rp243 miliar.

Tahun lalu, kontribusi terbesar prapenjualan PP Properti berasal dari Grand Sungkono Lagoon, Grand Dharmahusada Lagoon, Begawan Apartemen dan The Alton.

Pengembangan Hunian
Emiten properti PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) juga optimis mampu meraih pertumbuhan prapenjualan sebesar 30% di 2022. 

Berbagai strategi dilakukan perseroan dalam meningkatkan penjualan pada tahun 2022 antara lain dengan mempercepat proses serahterima seluruh unit di The Smith dan memulai mengembangkan hunian tapak (landed house) di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Presiden Direktur Triniti Dinamik, Samuel Stepanus Huang menjelaskan, rencana perseroan untuk mengembangkan hunian tapak, melihat peluang bisnis properti yang cukup menjanjikan ke depan.

Pengembangan rumah tapak sebagai strategi diversifikasi yang dilakukan perseroan mengingat bisnis utama Triniti Dinamik selama ini adalah high rise building. “Kami berencana mengembangkan kawasan perumahan seluas 15 hektar di Batam,” kata Samuel.

Emiten properti, PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) juga optimistis bahwa kinerja perusahaan akan terus bergerak positif di tahun 2022 dengan strategi pengembangan bisnis yang akan dilakukan perseroan. Perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp100,81 miliar pada 2022.

Direktur Repower Asia Indonesia, Rully Muliarto mengungkapkan marketing sales ditargetkan dari proyek Botanical Puri Asri, Pondok Cabe Residence, REAL Data Center dan proyek mix-used Apartemen Pesantren Pasar Minggu.

“Dari proyek-proyek tersebut kami menyiapkan capex sebesar Rp95,04 miliar,” ujar Rully. (Rinaldi)

Sumber: