RISET

Dipicu MotoGP, Harga Tanah di Mandalika Melonjak Drastis

Administrator | Selasa, 30 Agustus 2022 - 14:13:34 WIB | dibaca: 80 pembaca

Foto: Istimewa

Ajang MotoGP Mandalika 2022 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung sukses. Balap motor tingkat internasional yang digelar dari 18-20 Maret 2022 tersebut diklaim mampu menyedot pengunjung lebih dari 63.000 orang baik dari dalam maupun luar negeri.

Event berkelas internasional tersebut tidak hanya berimbas kepada sektor pariwisata dan tingkat hunian hotel saja, tetapi berdampak pada harga tanah di Lombok khususnya di sekitar Mandalika.

“Dibangunnya sirkuit yang diikuti perhelatan MotoGP memicu popularitas Mandalika meningkat sehingga banyak pengembang melihat Mandalika sebagai target potensial untuk proyek mereka selanjutnya sehingga memicu lebih banyak transaksi tanah,” kata Anton Sitorus, Director, Head of Research & Consultancy Savills Indonesia dalam paparannya, baru-baru ini.

Savills mengungkap, nilai tanah di sekitar daerah tersebut telah meningkat secara eksponensial baru-baru ini. Awalnya harga tanah khas di daerah area pemukiman Kuta berkisar Rp5 juta dan Rp10 juta per are atau antara Rp50.000 dan Rp100.000 per meter persegi (1 are sama dengan 100 meter persegi).

Namun, setelah pengumuman Mandalika sebagai tuan rumah untuk MotoGP 2022, nilai tanah di area tersebut meningkat sepuluh kali lipat menjadi Rp50 juta menjadi Rp100 juta per are.

Sedangkan harga tanah yang berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bisa mencapai sekitar Rp250 juta hingga Rp500 juta per are. Sementara itu, lahan pengembangan yang terletak strategis di bidang komersial dalam jalan utama dan dekat dengan aktivitas turis kini harganya mencapai Rp1 miliar per are (atau Rp10 juta per meter persegi).

Sedangkan nilai tanah di daerah sekitar Mandalika seperti kota Mataram dan Senggigi juga telah terpengaruh sebagai tingginya minat dari investor lokal yang terus tumbuh karena eksposur MotoGP. Selain nilai tanah, biaya tenaga kerja konstruksi standar juga meningkat di Lombok dan sekitarnya dari Rp80.000 per orang per hari menjadi Rp150.000 per orang per hari.

Bisnis Hotel
MotoGP juga dipandang akan menjadi titik balik yang membawa dampak positif bagi sektor pariwisata di Lombok dan sekitarnya. Pertumbuhan pengunjung dari dalam dan luar negeri di tengah kondisi pandemi Covid-19 akan mendorong kepercayaan tamu bahwa pandemi sudah mereda secara bertahap.

“Selain itu, event ini juga akan menjadi katalis yang menghasilkan multiplier efek bagi Lombok dan daerah tetangga seperti Kota Mataram, Gili Trawangan dan bahkan kawasan Bali Timur,” ujar Anton Sitorus.

Pemerintah memprediksi kunjungan turis asing secara tahunan di Pulau Lombok meningkat 19% pada 2022. Ditambah lagi dengan adanya kegiatan bertaraf internasional MotoGP dan KTT G20 di Bali yang lokasinya berdekatan dengan Lombok. Ditargetkan kedatangan turis asing ke NTB bisa mencapai 1,5 juta hingga 2 juta orang pada tahun ini.

Menurut Anton, dengan adanya lebih banyak pengakuan internasional, pengembang properti juga melihat Mandalika sebagai tujuan investasi untuk perhotelan sektor.

Menurut Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), sekitar 12 investor lokal dan asing saat ini sedang dalam proses kesepakatan penandatanganan pemanfaatan dan pengembangan lahan di kawasan Mandalika.

“Minat yang kuat membawa optimisme bahwa dalam jangka panjang Mandalika akan menjadi tujuan liburan teratas bukan hanya untuk wisatawan domestik tetapi juga wisatawan asing,” ungkapnya.

MotoGP disebutkan telah menguntungkan banyak hotel di sekitar Mandalika dan Pulau Lombok pada umumnya. Banyak daerah tempat wisata yang populer menunjukkan peningkatan pemesanan kamar dari sebelum dan sesudah MotoGP berlangsung.

Daerah yang mengalami lonjakan pemesanan signifikan adalah hotel di Pulau Gili Trawangan dan Kota Mataram (ibukota Provinsi NTB). Hotel berbintang dua di kawasan ini diprediksi penuh selain hotel tidak berbintang atau homestay.

Ada pula daerah lain di luar Lombok yang terlihat mengalami peningkatan jumlah pemesanan seperti di Bali Timur, dimana sekitar 500 kamar hotel dilaporkan telah dipesan untuk acara MotoGP Mandalika.

Pasokan Hotel
Mendekati acara MotoGP, pemerintah bekerja keras untuk menyiapkan lebih banyak akomodasi untuk pengunjung di sekitar Mandalika termasuk membangun cukup banyak homestay lokal dan vila pribadi. Pemerintah dikabarkan telah membangun sekitar 25.000 kamar homestay.

“Tidak seperti bagian lain di Lombok, tidak ada banyak hotel berbintang tersedia di Mandalika sebelum pengumuman event MotoGP,” papar Anton.

Tetapi saat rumor MotoGP mulai beredar, banyak pengembang mulai mengembangkan hotel di daerah tersebut. Dimana pada 2017, ada tujuh hotel bintang tiga yang selesai dan sudah beroperasi.

Ke depan, ITDC mengumumkan bahwa empat hotel baru sedang dibangun termasuk Royal Tulip Hotel, Paramount Resort dan Residences, Golden Tulip Hotel dan Hotel Marriot. “Proyek-proyek ini diharapkan untuk menambah stok hotel di kawasan Mandalika di masa dua sampai tiga tahun mendatang,” sebut Anton.

Mandalika merupakan kawasan wisata pantai yang terletak di pantai selatan Pulau Lombok. Ada sekitar 1.250 hektar tanah di Mandalika yang dikembangkan dan dikelola oleh ITDC. Mandalika berjarak sekitar 17 kilometer dari Bandara Internasional Lombok dan 50 kilomerer dari pusat Kota Mataram. Di dalam kawasan inilah Pertamina Mandalika International Circuit yang menjadi lokasi MotoGP dibangun. (Rinaldi)
 
 
Sumber: