AKTUAL

Diminati, Harga Rumah Seken di Medan Naik Paling Tinggi

Administrator | Rabu, 11 Januari 2023 - 11:12:50 WIB | dibaca: 46 pembaca

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Harga rumah di secondary market atau rumah seken dipengaruhi oleh jumlah permintaan dan suplai di pasar.

Data Rumah123.com mengungkapkan bahwa di awal semes-ter II-2022 tercatat harga rumah seken di Indonesia naik tipis sebesar 0,6% dibanding bulan sebelumnya. Dari sisi suplai, terjadi pertumbuhan 2,4% secara bulan ke bulan. 

Namun jika tren suplai rumah tahunan dilihat dalam perbandingan tahun, terlihat ada lonjakan cukup signifikan hingga 22,3%. 

Pada Juli 2022, tercatat kenaikan harga rumah seken tahunan tertinggi bukan dari area Jabodetabek atau area lain di Pulau Jawa, tetapi di Kota Medan. Pertumbuhan harga sebesar 11,2% menem-patkan Medan sebagai kota dengan kenaikan harga rumah seken tercepat secara tahunan. 

CEO 99 Group Indonesia, Wasudewan menjelaskan pertumbuh-an suplai hunian yang terus meroket terjadi untuk berbagai tipe properti termasuk rumah di pasar sekunder. 

“Bersamaan dengan pulihnya permintaan pasar properti di Tanah Air, tentunya kita perlu juga menjaga suplai bisa tumbuh di angka yang sama, supaya kebutuhan konsumen dapat terpenuhi. Inilah yang kemudian menjadi alasan kami untuk terus memantau pergerakan pasar properti di berbagai daerah di Indonesia dengan menggunakan database dan kekuatan riset dari tim kami,” jelas Wasudewan.
 
Untuk komparasi tren harga rumah seken yang dilihat antar-bulan, Surakarta menempati posisi pertama secara nasional dengan kenaikan sebesar 2,1%. 
Tren positif juga terlihat di area Jabodetabek, karena Jakarta, Tangerang, Depok, Bogor, dan Bekasi mengalami kenaikan harga sebesar 0,1%, 0,5%, 1,3%, 1,7%, dan 1,0% secara berurutan pada bulan ini. 

Untuk kota besar lain di Pulau Jawa, secara bulan ke bulan, harga rumah di Bandung, Surabaya, dan Semarang, tumbuh 0,8%, 0,2%, dan 0,4% berurutan. Sementara harga rumah di Yogyakarta turun sebesar 1,3%. 

Beralih ke kota besar di luar Pulau Jawa, yakni Denpasar dan Ma-kassar mengalami penurunan harga sebesar 5,1%, dan 1,8% di bulan Juni 2022 dibandingkan bulan Mei 2022.
 
Terus Menggeliat 
Pasar properti di Medan tampaknya memang terus menggeliat. Bahkan Medan disebut-sebut sebagai salah satu destinasi investasi properti paling diminati di luar Pulau Jawa. 

Permintaan rumah cukup tinggi, sementara pasokan hunian primary makin terbatas. 

Mart Polman, CEO Lamudi.co.id menyebutkan Kota Medan banyak dilirik oleh para investor properti, karena peminat pembeli rumah di sana cukup tinggi. Para investor tersebut ternyata bukan hanya berasal dari masyarakat lokal saja, tetapi juga meluas dari berbagai kota di Indonesia. 

“Banyak masyarakat yang memilih untuk investasi di Medan karena kota ini menawarkan po-tensi keuntungan yang sangat menjanjikan,” kata Mart.

Dia menyebutkan setidaknya ada empat alasan kota Medan layak dijadikan daerah tujuan investasi properti. Pertama, minat beli yang selalu meningkat, berdasarkan data Lamudi pada kuartal I-2022 orang yang mencari iklan rumah di Medan meningkat sebesar 8.09% dibandingkan dengan kuar-tal IV-2021. 

Meningkatnya jumlah pencari rumah tersebut bisa menjadi indikator yang kuat bahwa Medan sangat potensial untuk dijadi-kan lokasi investasi properti. Terutama bagi mereka yang mengincar keuntungan dari capital gain. Saat ini rata-rata harga rumah dijual di Medan mencapai Rp6,6 juta per me-ter persegi.
 
Kedua, perkembangan jumlah penduduk yang cukup signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Kota Medan mencapai 2,43 juta orang atau sekitar 16,46% dari seluruh penduduk Pro-vinsi Sumatera Utara. 

Ketiga, adanya kelengkapan infrastruktur yang mempermudah mobilitas masyarakat di sana. Contohnya seperti tol Medan - Binjai yang dibuat sepanjang 16,8 kilometer, tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi sepan-jang 61,80 kilometer serta Fly Over Jalan Gatot Subroto. 

Keempat, banyaknya proyek perumahan di Medan yang saat ini dengan beragam segmen termasuk yang dibangun pengem-bang nasional seperti Ciputra Group, Agung Podomoro Land dan Lippo Group. Kehadiran perumahan ini tentunya dapat membuat calon pembeli rumah memiliki banyak pi-lihan untuk mendapatkan hunian sesuai de-ngan keinginan konsumen. 

Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Sumatera Utara Andi Atmoko Panggabean menyatakan pertumbuhan ekonomi di Su-mut yang cukup baik dan lebih tinggi dari na-sional memberikan optimisme bagi sektor properti di daerah tersebut, terutama di Kota Medan. 

“Tahun ini kami prediksi pasar properti di Sumut bisa tumbuh sekitar 5%-8%. Di tahun ini, kemungkinan masih didominasi oleh sek-tor hunian komersial,” jelas Moko. 
Menurutnya, pembebasan PPN DTP sangat membantu penjualan di segmen menengah atas karena ready stock rumah di Sumut cukup banyak. Penjualan komersial didominasi oleh rumah-rumah dengan harga Rp300-Rp500 juta. Selain itu, rumah-rumah dengan Rp500 juta hingga Rp1 miliar juga masih ada pasarnya, meski masih terbatas.
 
Menggeliatnya sektor komersial di Sumut juga dibuktikan dengan adanya pembangu-nan empat tower apartemen baru. Hal itu, kata Moko, menunjukkan investor masih berminat berinvestasi di Sumut dan orang masih tertarik untuk membeli properti. (Teti Purwanti)


Sumber: