AKTUAL

Dilibatkan Bapennas, REI Segera Bentuk Pokja IKN

Administrator | Rabu, 01 September 2021 - 11:08:55 WIB | dibaca: 86 pembaca

Persatuan  Perusahaan  Realestat Indo- nesia (REI) ditunjuk untuk ikut mengembangkan Ibu Kota Negara (IKN) baru   di  Provinsi  Kalimantan  Timur. Untuk itu, REI segera membentuk Kelompok Kerja (Pokja) untuk  merealisasikan  program pembangunan IKN.

“Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa telah menunjuk REI untuk ikut serta mendukun pembangunan IKN baru. Kementerian PPN/Bappenas dan REI, masing-masing telah menunjuk  penanggungjawab,” ucap  Ketua Umum  Dewan  Pengurus  Pusat  (DPP) REI, Paulus Totok Lusida, kepada Majalah RealEstat yang dihubungi, Sabtu (19/6/2021).

Totok menjelaskan,  kepastian  penunju- kan itu disampaikan  secara  langsung  oleh Suharso Monoarfa saat breakfast meeting ber- sama DPP REI, di Bali, Sabtu pagi. 

“Dalam pertemuan tadi  Menteri  PPN/ Kepala Bappenas  menginformasikan bahwa telah menugaskan Staf Khusus Chairil Abdini sebagai penanggungjawab dari pihak peme- rintah,”ujarnya.
 
Sedangkan  dari REI, lanjut Totok, pihak- nya mengusulkan dua  nama  yakni Samuel Stephanus Huang, Bendahara Umum  DPP REI, yang akan menjaring  investor lokal. Berikutnya, Rusmin Lawin, Wakil Ketua Umum DPP  REI Bidang Hubungan  Luar Negeri yang bertugas menjaring calon investor asing.

“Untuk investasi  asing, kami akan  me- manfaatkan  sejumlah  jaringan. Diantaranya melalui International Real Estate Federation (FIABCI) dimana REI selama ini aktif didalam- nya,”tukas Totok.

Dia juga menyatakan kesiapan REI untuk terlibat di badan  otorita yang khusus untuk menangani pengembangan IKN baru. “Kami berharap  perwakilan REI ikut duduk sebagai ex officio di badan otorita itu,”ucapnya.

Selanjutnya,  imbuh  Totok, kedua  pihak segera  mematangkan seluruh  konsep  serta perencanaan sesuai kebutuhan. “Kami akan minta masterplan serta time table peren- canaan pembangunan IKN supaya dapat  di- bahas di Pokja REI,”pungkas Totok.

Punya Kompetensi
Sementara  itu di tempat terpisah, Wakil Ketua Umum  Koordinator  DPP REI  bidang Tata Ruang, Kawasan, dan  Properti  Ramah Lingkungan Hari Ganie mengungkapkan REI bisa berperan banyak dalam mendukung penyediaan fasilitas kota terutama peruma- han  di IKN.  Menurut  dia, pemindahan ibu kota itu sama halnya dengan membuka  dan mengembangkan satu kota baru.

“Ini polanya sama dengan pengembang- an kota baru (township). Disitu perlu pengem- bangan infrastruktur dasar, fasilitas penunjang kota, bahkan  perumahan. Nah, anggota REI yang jumlahnya lebih dari 3.000 perusahaan di 34 provinsi kompetensinya kan disitu. Kami punya sumber daya yang komplit dan kompetensi dalam pengembangan satu kota baru,” tegas  alumnus  Jurusan  Planologi ITB Bandung tersebut.

Selain itu,  tambah   Hari Ganie,  proyek yang  dikerjakan pengembang anggota REI di seluruh Indonesia itu bersifat multiproduk. REI merupakan  asosiasi terbesar  yang membangun rumah murah di Indonesia. Tahun ini saja REI berencana membangun 210 ribu unit rumah rakyat.

Di sisi lain banyak perusahaan properti anggota  REI   juga   memiliki  pengalaman dan reputasi  yang baik dalam membangun township. Dia bahkan memastikan  sebagian besar dari pengembang kota baru di Indonesia adalah anggota REI.

“Kami mendukung setiap rencana pemerintah sesuai kompetensi REI dalam bidang pengembangan kawasan properti,”ujar Hari Ganie.

Namun untuk  menarik minat pengembang swasta dalam pengembangan ibu kota baru tersebut, tentunya dibutuhkan regulasi yang jelas termasuk insentif khususnya bagi pengembang yang membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Hal lain yang  perlu  diantisipasi  adalah penyediaan tanah.  Menurut  Hari Ganie, di Indonesia harga  tanah  dengan cepat  bisa digerek tinggi. Karena di sini tidak ada sistem yang bisa mengontrol harga tanah. Intervensi spekulan  cukup besar, bahkan  untuk mem- bebaskan  lahan  pengembang harus  lewat pihak ketiga. (Oki/Rinaldi) 
 
Sumber: