TOPIK KHUSUS

Di Musim Pandemi, Proyek Baru Mulai Bersemi

Administrator | Rabu, 18 November 2020 - 09:49:26 WIB | dibaca: 29 pembaca

Foto: Istimewa

Meski masih dibayangi ketidakpastian kapan pandemi Covid-19 akan berakhir, namun geliat pasar properti di semester Ii-2020 mulai terasa. Hal itu ditandai dengan gencarnya pengembang meluncurkan produk-produk baru yang mayoritas mengusung konsep hunian sehat.

Target pasarnya pun lebih banyak menyasar kaum milenial yang kini mengalihkan dananya dari aktivitas traveling ke properti. Country Manager Rumah.com Marine Novita menyebutkan meskipun pertumbuhan ekonomi negatif pada kuartal II-2020, namun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sektor realestat masih tumbuh positif sebesar 2,30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Pasar properti nasional mulai menunjukkan sentimen positif. Suplai properti yang sempat tertahan pada kuartal I-2020 kini beranjak pulih, ditandai dengan banyaknya pengembang meluncurkan produk terbarunya," ujar Marine lewat rilisnya, baru-baru ini.

Rumah.com Indonesia Property Market Index kuartal II-tahun 2020 mengindikasikan pulihnya kepercayaan pemangku kepentingan di bidang properti, terutama dari sisi penyedia suplai terutama pengembang. Kenaikan suplai disebutkan berada pada angka 131,6 atau naik 21% secara kuartalan atau tumbuh 46% secara tahunan.

Kenaikan suplai di kuartal II-2020 diperkirakan sebagai kompensasi dimana suplai pada kuartal sebelumnya tertahan akibat merebaknya pandemi.

Sektor properti diperkirakan akan terus mengalami pemulihan dan tingkat kepercayaan pengembang akan meningkat. Perilaku konsumen untuk membeli atau berinvestasi properti juga diproyeksikan cenderung membaik terlebih dengan banyaknya “daya pikat” yang ditawarkan pengembang saat ini.

Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Theresia Rustandi mengungkapkan sektor properti diharapkan pulih memasuki semester II-2020, seiring adanya pelonggaran pembatasan sosial dan tahap adaptasi kenormalan baru (new normal).

Selain itu, kata dia, pemulihan pada semester II-2020 juga diharapkan karena rata-rata akselerasi bisnis properti terjadi pada pertengahan hingga menuju akhir tahun. Harapan itu juga muncul sebagai dampak langkah Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%.

"Adanya relaksasi dan insentif yang selama ini telah diberikan pemerintah turut mendorong perekonomian masyarakat yang diharapkan akan membangkitkan kembali sektor properti," ujar Theresia seperti dikutip dari Bisnis.com.

Dalam pantauan Majalah RealEstat, sebagian besar pasokan proyek properti baru yang diluncurkan didominasi perusahaan pengembang menengah dan atas. Sebut saja Sinarmas Land, Intiland Development, Summarecon Agung, Modernland, Paramount Land dan sebagainya.

Pengembang Sinar Mas Land (SML) misalnya, belum lama ini menghadirkan hunian idaman bertajuk Freja House yang berlokasi di BSD Central atau pusat BSD City.

Klaster ini memiliki akses transportasi yang mudah karena dekat dengan pintu tol dan sarana transportasi publik. Nanti, klaster tersebut hanya berjarak sekitar 2 menit dari pintu tol keluar di belakang AEON Mall. Freja House tahap pertama sudah mulai dipasarkan sebanyak 180 unit.

CEO Residential BSD City SML Theodore G Thenoch menjelaskan, unit di Freja House mengusung konsep rumah yang kompak, smart, modern, dan fungsional untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga. Para pembeli akan langsung mendapatkan fasilitas fully furnished dan smart furniture yang diaplikasikan pada setiap sudut rumah.

"Dengan demikian, luasan yang kompak serta penataan ruang akan tetap terlihat rapi dan fungsional," ungkap dia.

Grup pengembang ini juga meluncurkan proyek O2+ Urban Pop di Grand Wisata Bekasi. Unit O2+ Fase 1 dijual dengan harga Rp978 juta per unit. Dikabarkan penjualan Fase 1 cukup baik, bahkan sudah habis sebelum proyek diluncurkan. Sedangkan O2+ Urban Pop Fase 2 dijual dengan harga mulai Rp983 juta.

"Tiap unit memiliki dua kamar tidur, sistem keamanan smart home system berupa kamera CCTV yang dapat berputar sampai 330 derajat, dan full-furnished sehingga penghuni dapat langsung menempati rumah, tanpa harus mendekorasi ulang ruangan," ujar CEO Residential National SML Herry Hendarta.

Saatnya Beli Properti
Pengembang besar lainnya yakni Agung Podomoro Land (APG) di semester II-2020 memperkenalkan kehadiran kota mandiri dan kota satelit baru yang dinamakan Kota Podomoro Tenjo.

Residential Department Head APG Zaldy Wihardja mengatakan Kota Podomoro Tenjo dikembangkan di atas lahan sekitar 700 hektare. Kota mandiri ini berlokasi di perbatasan tiga wilayah, yakni Bogor, Depok, dan Tangerang. Diharapkan kehadiran kota mandiri ini mampu memacu perekonomian di ketiga daerah penyangga Jakarta tersebut.

"Kota Podomoro Tenjo pada awal pembangunan akan menghadirkan landed house dan didukung smart city infrastructure. Rumah tapak ini hadir dengan konsep rumah tumbuh dengan kisaran harga Rp 200 juta dengan kualitas middle up," ujar dia.

Pembangunannya didukung eco green house concept atau konsep rumah hijau sehingga dari sisi aspek kesehatan juga terpenuhi.

Sedangkan PT Intiland Development Tbk belum lama ini mengumumkan pengembangan konsep rumah sehat di klaster Dandelion, Graha Natura Surabaya, Jawa Timur. Proyek hunian yang hanya menyediakan 63 unit rumah itu mengusung tema healthy living, nature, and technology.

"Rumah-rumah di klaster ini memiliki konsep rumah sehat yang compact dan fungsional," ungkap Harto Laksono, Direktur Pemasaran PT Intiland Grande, anak usaha perseroan dalam jumpa pers virtualnya, baru-baru ini.

Dikatakan, peluncuran klaster Dandelion merupakan jawaban terhadap kebutuhan masyarakat terhadap hunian sehat di Surabaya.

Lalu, PT Summarecon Agung Tbk. juga memasarkan klaster baru bernama Cluster Flora di Kota Summarecon Bandung pada 5 September 2020. Summarecxon Bandung merupakan kota mandiri yang dikembangkan perseroan di Gedebage, Bandung Timur.

Executive Director Summarecon Bandung Hindarko Hasan mengatakan konsep hunian Cluster Flora terinspirasi dari gaya hidup sebagian orang di masa adaptasi baru yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

"Summarecon Bandung mempelajari gaya hidup yang baru ini kemudian merencanakan dan menerapkan desain yang baru dan fresh di Cluster Flora," kata Hindarko.

Cluster Flora memiliki dua tipe, yakni tipe Freya dan Fiona. Hunian Freya ditawarkan dengan harga lebih dari Rp1,7 miliar, dan Fiona ditawarkan lebih dari Rp1,5 miliar per unit.

Gencarnya peluncuran proyek baru oleh pengembang merupakan peluang bagi masyarakat membeli properti, karena disaat ini harga cukup fleksibel dan pengembang menawarkan banyak daya tarik pemasaran.

"Harga properti yang menarik saat ini tidak akan berlangsung lama, karena perekenomian akan bangkit ketika nanti uji vaksin Covid-19 selesai di awal tahun depan. Jadi saat ini memang waktunya untuk membeli properti," kata Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida, baru-baru ini. (Rinaldi)

Sumber: