Trend

Desain dan Konsep Hunian Jadi Penentu Sukses Penjualan

Administrator | Rabu, 19 Oktober 2022 - 14:32:05 WIB | dibaca: 66 pembaca

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Minat konsumen untuk membeli hunian kembali meningkat. Namun, lokasi dan harga jual saja tidak cukup. Butuh pemilihan desain dan konsep hunian yang lebih matang termasuk apa yang dibutuhkan konsumen agar produk dapat cepat terjual habis (sold out).
 
Handoyo Lim, Marketing & Promotion Department Head Grand Wisata mengatakan salah satu strategi yang dilakukan manajemen Kota Mandiri Grand Wisata dalam memasarkan produknya adalah pemilihan desain dan konsep hunian yang tepat. Untuk desain, manajemen tidak pernah fokus kepada salah satu tren desain saja, namun terus menyesuaikan kebutuhan dari target pasar yang disasar. 

Di Klaster Water Terrace misalnya dipilih desain rumah modern klasik dengan pilar-pilar. Sedangkan di Klaster Monte Torena, meski rumah tipe kecil namun dipilih desain klasik karena peminatnya ada. Sementara di Klaster Z Living yang sedang viral saat ini, dipilih konsep hunian modern. 

“Untuk desain rumah memang setiap tahun diubah melihat tren di lapangan. Sebenarnya desain rumah itu seperti kosmetik saja, siapa pun bisa meniru. Tetapi yang lebih esensial adalah konsep hunian itu, dimana kami akan melihat terlebih dahulu kebutuhan dasar kon-sumen,” kata Handoyo kepada wartawan, Kamis (2/6/2022). 

Sebagai contoh, dulu rumah dengan lebar 6 meter persegi hanya memiliki satu carport. Tetapi di Z Living Grand Wisata, ujarnya, bisa dibuat dua carport. Hal itu dilakukan sesuai kebutuhan konsumen, karena sebagian besar orang saat ini memiliki mobil lebih dari satu.
 
Selain itu, jika dulu rumah kecil maksimal hanya memiliki dua kamar tidur, namun di Z Living desain rumah dibuat lebih inovatif sehingga kamar tidur minimal ada tiga. Bahkan untuk rumah tipe lebar 8 meter persegi jumlah kamar tidurnya bisa 5+1 dengan ukuran luas cukup ideal. 

Saat ini terutama di masa pandemi orang lebih lama berada di rumah. Karena itu, di Z Living disiapkan fasilitas kolam renang di dalam rumah sehingga keluarga tetap bisa mengisi hari libur dengan kebersamaan. Ada pula sky garden di lantai tiga untuk kumpul keluarga atau tempat anak-anak belajar. 

“Desain rumah harus bisa mengakomodir konsep-konsep hunian seperti ini. Kami akan terus melakukan inovasi, karena bagi konsumen hal ini lebih penting mengingat rumah yang dibeli harus bisa memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari mereka,” jelas Handoyo.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa rumah di Z Living dikonsep untuk memenuhi “life-balance” yakni keseimbangan antara bermain, bekerja, belajar sambil menikmati hidup harmonis bersama keluarga. Seluruh hunian di klaster ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas smart home yakni CCTV, smart door lock, smart light, dan smoke detector. 

Kesuksesan penjualan hunian di Grand Wisata Bekasi juga tak lepas dari cara mereka menawarkan solusi bagi para konsumen. Handoyo menyebutkan banyak developer memiliki mindset bahwa pandemi membuat banyak orang terpuruk. 

“Tetapi kami justru melihat banyak juga orang yang menahan uang untuk mendapat-kan produk properti yang sesuai dengan masa pandemi, sehingga kami tidak menonjolkan harga tetapi value,” tuturnya. 

Handoyo menambahkan, calon konsu-men yang memunyai uang pasti akan mencari rumah yang menawarkan keamanan dan ke-nyamanan. 

Untuk itu, Grand Wisata Bekasi menawar-kan hunian dengan konsep low density town-ship yakni kawasan residensial dengan banyak ruang terbuka hijau, asri, nyaman dan aman serta dikelola secara modern. Semua kawasan juga didukung dengan jaringan internet yang mumpuni. 

Green Belt 
Sementara itu, Kota Podomoro Tenjo yang diproyeksikan sebagai The Next Serpong akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas eksklusif yang berada di kawasan green belt yakni area terbuka hijau sepanjang 2,5 km. Tidak hanya itu, terdapat club house dengan berbagai fa-silitas premium yang dapat melengkapi aktivi-tas masyarakat.
 
Assistant Vice President Marketing Resi-dential Agung Podomoro Land Zaldy Wihardja menyebutkan meski ditawarkan dengan harga yang terjangkau, namun calon penghuni Kota Podomoro Tenjo yang merupakan masyara-kat produktif, sehingga konsep hunian dan ka-wasan menjadi perhatian utama,” ungkapnya. 

Dijelaskan, Kota Podomoro Tenjo dikem-bangkan dengan menggandeng konsultan lanskap global ternama Palmscape Singapo-re. Sehingga pengembangan kawasan Kota Podomoro Tenjo dilakukan dengan mem-per-timbangkan aspek kesehatan penghuni, area bersama, kebutuhan sosial dan kemudahan akses pemenuhan kebutuhan keseharian serta transportasi. 

Kota mandiri ini dikembangkan di atas lahan seluas 650 hektare dengan akses trans-portasi yang mumpuni antara lain keberadaan Grand TOD dilengkapi shuttle transport yang menghubungkan kawasan ini dengan Stasiun Tigaraksa. 

Lokasi Grand TOD di dekat akses pintu Tol Cileles dan Jambe yang merupakan bagian dari rencana pengembangan tol Serpong- Balaraja juga akan memudahkan warga Kota Podomoro Tenjo untuk menuju Serpong atau Jakarta. 

Saat ini sedang dipasarkan Klaster Ka-liandra yang mengusung konsep rumah tumbuh dengan ketersediaan lahan yang luas. Hal ini, kata Zaldy, membuat penghuni dapat memanfaatkan lahan yang ada untuk melakukan penyesuaian mandiri sesuai kebu-tuhan masing-masing. 

Dijelaskan, unit-unit Klaster Kaliandra juga dibangun dengan konsep yang ramah lingkungan, dengan bentuk bangunan yang memiliki banyak jendela. Hunian akan lebih banyak menerima sirkulasi udara dan sinar matahari sehingga ramah lingkungan karena dapat mengurangi pemakaian pendingin rua-ngan dan lampu pada siang hari. (Rinaldi)


Sumber: