SEPUTAR DAERAH

I Gede Suardita Terpilih Aklamasi

Catat Sejarah, Musda REI Bali Diadakan Secara Daring

Administrator | Jumat, 23 Oktober 2020 - 16:09:45 WIB | dibaca: 46 pembaca

Penetapan status darurat selama masa pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) telah mengubah struktur tatanan kehidupan masyarakat. Sebagian besar kegiatan kita terpaksa harus dialihkan ke ruang maya. Mulai dari aktivitas bekerja, pendidikan, hubungan sosial, hingga kepada aktivitas profesi dan organisasi pun mulai disesuaikan dengan segala pembatasan yang ada.

Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP-REI) salah satunya, dengan menggagas penerbitan Peraturan Organisasi (PO) REI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Musda secara Online karena Kondisi Darurat Bencana.

Dan Bali ditunjuk sebagai pionir dalam penyelenggaraan kegiatan musyawarah daerah yang dilakukan dalam jaringan (daring). Peristiwa ini pun akan menjadi catatan sejarah dalam sepanjang eksistensi organisasi REI.

“Tujuan dikeluarkannya PO REI Nomor 2 Tahun 2020 adalah demi terjaganya keberlangsungan roda organisasi REI, karena kita tidak mungkin tetap diam sementara agenda Musda REI di sejumlah daerah sudah ada di depan mata,” ujar Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida, dalam sambutan Pembukaan Musda X REI Bali yang diselenggarakan lewat aplikasi daring dari Surabaya, Senin (18/5/2020).

Hal senada diungkapkan Sekretaris Jenderal DPP REI, Amran Nukman HD yang mengikuti Musda X REI Bali dari Sekretariat DPP REI di Jakarta.

“Musda ini akan dicatat dalam sejarah REI sebagai Musda Covid-19. Mudah-mudahan pandemi ini bisa segera selesai, sehingga diharapkan musda online ini hanya satu-satunya yang dilakukan secara daring,” kata Amran.

Sementara itu, Ketua REI Bali, Pande Agus Permana Widura dalam sambutannya menyampaikan rasa gembira karena REI Bali dapat mengukir sejarah baru dalam pelaksanaan musda di REI.

“Terimakasih kepada DPP yang telah memberikan kami kesempatan untuk mengukir sejarah baru dengan melaksanakan musda ini secara online untuk pertama kali. Kami anggap ini sebagai suatu terobosan yang luar biasa untuk dapat menjalankan roda organisasi sesuai amanat AD-ART REI,” kata Agus dari Sekretariat DPD REI Bali di Denpasar.

Ketua Panitia Penyelenggara Musda X REI Bali, I Gede Semadi Putra melaporkan, kegiatan ini diikuti secara online oleh 43 dari total 51 perusahaan anggota REI Bali. Seyogianya. Kata dia, musda dilakukan pada 6 April 2020, namun akibat adanya pandemi menyebabkan kegiatan tertunda dan baru dapat diselenggarakan pada 18 Mei 2020.

“Untuk dapat sampai ketahap ini banyak sekali adjustment yang harus dilakukan. Ini akan menjadi the new normal. Saya bangga tim panitia dapat mengadakan kegiatan ini secara crash program,” kata dia.

Musda ini dirangkaikan pula dengan kegiatan bakti sosial berupa pembersihan pantai, dan pembagian sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Meski diadakan secara daring, musda ini tetap menghadirkan 17 peserta di Sekretariat DPD REI Bali. Ke-17 peserta itu merupakan Pengurus DPD REI Bali periode 2017-2020, majelis pimpinan sidang, dan pimpinan sidang komisi. Tujuan kehadiran ke-17 peserta itu adalah untuk melakukan pengesahan dan penandatanganan hasil Musda X REI Bali.

Seluruh peserta yang hadir di Sekretariat REI Bali diwajibkan mematuhi aturan protokol kesehatan antara lain aturan social distancing dan physical distancing. Setiap orang akan duduk dengan jarak sekitar satu meter hingga satu setengah meter.

“Kami juga melakukan rapid test kepada setiap peserta dan pendukung acara yang hadir guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kami juga mewajibkan kepada setiap peserta musda yang hadir untuk membawa hand sanitizer, dan disediakan pula thermo gun untuk mengukur suhu tubuh sebelum memasuki ruang rapat,” ungkap Agus.

Terpilih Aklamasi
Hasil Musda X REI Bali sepakat secara aklamasi memercayakan I Gede Suardita menjadi nahkoda baru REI Bali untuk tiga tahun mendatang. Sedangkan Ketua Panitia Penyelenggara Musda X REI Bali, I Gede Semadi Putra, didapuk sebagai Sekretaris DPD REI Bali mendampingi I Gede Suardita hingga tahun 2023.

“Sesungguhnya ini tugas berat bagi saya karena menjadi nahkoda REI Bali di masa-masa pandemi Covid-19. Hampir semua jenis usaha mengalami penurunan akibat dihantam pandemi, termasuk juga sektor properti,” kata I Gede Suardita, dalam sambutan perdananya sebagai Ketua REI Bali masa bakti 2020 -2023.

Namun, pengembang yang memulai karir bisnis dari jenjang pemula ini tetap meniupkan optimisme terhadap masa depan industri properti di Pulau Dewata.

“Seperti yang sering saya sampaikan bahwa pelaut yang tangguh tidak dilahirkan dari laut yang tenang,” tutur I Gede Suardita yang memulai karir sebagai pegawai sekretariat DPD REI Bali dan kini menjadi salah satu pengembang perumahan sukses di Bali. Dia pun mengaku bangga dan terharu kini justru diberi kepercayaan memimpin REI Bali.

I Gede Suardita menambahkan, penurunan transaksi sektor properti di Bali terjadi di seluruh subsektor properti. Namun yang paling signifikan terlihat adalah untuk kelompok menengah ke atas. Dia memperkirakan penurunan di segmen ini hampir mencapai 90%. Sedangkan segmen menengah bawah masih ada pembeli, meski juga terpukul hingga 50% dari transaksi normal. (Oki Baren)