PEMBIAYAAN

Bank Syariah Diharap Ikut Fokus Salurkan KPR Subsidi

Administrator | Selasa, 14 September 2021 - 08:59:04 WIB | dibaca: 24 pembaca

Foto: Istimewa

Persatuan  Perusahaan  Realestat Indonesia (REI) berharap  bank- bank  syariah  makin  gencar  dan  berkonsentrasi dalam  pe- nyaluran KPR bersubsidi. Hal itu karena ada tren setiap tahunnya produk KPR bank syariah semakin diminati bahkan  oleh masyarakat non-muslim, termasuk untuk rumah subsidi.

“Saat ini, KPR Syariah bahkan diminati oleh non-muslim. Memang bunga  lebih tinggi, namun  lebih pasti,” jelas Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida dalam acara webinar bertema“Pembiayaan Syariah Mudah, Cepat, & Margin Bersaing, Masa Sih? yang diadakan  Kamis (24/6/2021).

Namun, Totok menyayangkan kuota  KPR subsidi bank  syariah yang cenderung sedikit. Akibatnya, kuota KPR subsidi dari bank syariah terasa lebih cepat habis. Oleh karena itu, REI berharap, pemerintah bisa memperbaiki alokasi kuota ini sehingga bisa memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan end user.

Bahkan Totok secara khusus mengungkapkan harapannya kepada BTN Syariah, sebagai salah satu perbankan syariah dengan penyaluran KPR  bersubsidi  terbanyak. Apalagi, meski sudah  ada  Bank Syariah Indonesia (BSI) tetapi  bank syariah tampak belum berkonsentrasi ke penyaluran  kredit properti,  sehingga  pengembang dan  konsumen masih sangat mengandalkan BTN Syariah.

Kepala Divisi Sharia Bank BTN, Alex Sofyan Noor, mengakui antu- siasme masyarakat terhadap properti  dan syariah sangat  besar saat ini. Menurut dia, terutama di tengah pandemi, syariah diminati karena tidak ada bunga yang fluktuatif yang kerap membuat konsumen kha- watir akan ketidakpastian.

“Dalam pendekatan syariah, uang sebagai tools, bukan komoditas. Oleh karena antusiasme  yang tinggi dari masyarakat, kami berharap bisa berkontribusi untuk negara dan terus bersinergi dengan berbagai pihak terutama pelaku usaha properti,”jelas Alex.

Sementara  itu, Royzani Sjachril, Wasekjen DPP REI bidang  Pem- biayaan dan Perbankan Syariah yang menjadi moderator webinar itu mengungkapkan kalau perbankan syariah tengah naik daun, bukan hanya  karena  jumlah  umat  Muslim Indonesia yang  besar, namun semenjak pandemi semua orang lebih memilih mengambil kredit pada perbankan syariah karena bunga yang flat.

“Bunga yang flat membuat kepastian apalagi di tengah pandemi, dan boleh jadi ini juga jadi daya tarik, bahkan untuk masyarakat non- muslim,”jelas Royzani.

Akan Ditambah
Darisisipemerintah,HerryTrisaputraZunaDirekturPengembangan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pembiayaan  Kementerian  Pe- kerjaan  Umum  dan  Perumahan   Rakyat  (PUPR) mengungkapkan memang pembiayaan syariah tengah diminati, dan tidak menutup ke- mungkinaan kuota untuk KPR subsidi syariah akan ditambah.

“Kami menyambut baik kalau dengan sistem syariah bisa makin diminati pasar dan dimanfaatkan  sebaik-baiknya. Apalagi syariah ini juga ke depan bukan hanya untuk pembiayaan rumah, namun juga infrastruktur,”kata Hery.

Menurutnya, dengan meningkatnya ekonomi syariah tidak menutup kemungkinan pembiayaan secara syariah semakin mudah dilakukan. Ditambah lagi berdasarkan data, proyeksi aset keuangan syariah global mencapai USD 3,81 triliun pada 2023. (Teti Purwanti)
 
Sumber: