AKTUAL

Bangkitkan Sektor Pariwisata, Masa Karantina akan Dipersingkat

Administrator | Kamis, 18 Agustus 2022 - 14:49:18 WIB | dibaca: 79 pembaca

Foto: Istimewa

Pemerintah mempertimbangkan untuk menurunkan masa karantina dari saat ini selama 5 hari menjadi 3 hari bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) atau wisatawan mancanegara yang datang ke indonesia. Penurunan masa karantina tersebut akan diberlakukan melalui surat edaran dari satgas covid-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan sesuai hasil rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, maka aturan PPKM level 3, 2, dan 1 akan disesuaikan untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi. Namun mulai diberikan kelonggaran agar aktivitas masyarakat terutama perekonomian bisa menggeliat kembali.

“Untuk WFO (work from office) yang tadinya 25% untuk PPKM level 3, akan ditingkatkan menjadi 50%. Juga penerapan di beberapa tempat umum lainnya. Masyarakat dapat melakukan aktivitas dengan kehatihatian dan kewaspadaan, serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Sandiaga saat Weekly Press Briefing yang digelar secara virtual, Senin (14/2/2022).

Selain itu, disebutkan bahwa pemerintah akan menurunkan masa karantina menjadi 3 hari dimana sebelumnya diberlakukan selama 5 hari. Bahkan jika situasi terus membaik, penurunan masa karantina dari 3 hari akan diusulkan menjadi bebas karantina pada 1 April 2022 dengan syarat vaksinasi dosis 2 dan booster.

Dijelaskan, penurunan masa karantina 3 hari berlaku bagi mereka yang sudah booster dan tetap melakukan exit test PCR di hari ketiga. Sedangkan di hari kelima melakukan tes PCR mandiri.

“Mohon ini menjadi acuan dan pedoman bagi industri. We are heading into the right direction, namun tetap hati-hati dan terus meningkatkan penerapan protokol kesehatan,” tegas Menteri Sandiaga.

Terkait evaluasi Program Warm Up Vacation Bali, Menparekraf juga mendapatkan respons yang baik dari peserta yang berasal dari Jepang terkait skema penanganan kedatangan PPLN dengan sistem bubble di Bali.

Dia juga menyampaikan kabar baik dari Kepulauan Riau terkait penerapan sistem travel bubble yang diselenggarakan antara Batam- Bintan dan Singapura. Otoritas maritim Singapura dikatakan sudah memberi lampu hijau bagi warga Singapura untuk berwisata ke Nongsa dan Bintan.

Program Karantina
Kemenparekraf sudah mulai menerapkan program warm up vacation untuk menyambut PPLN yang datang ke Indonesia melalui penerbangan langsung ke Bali.

Program Bali warm up vacation ini merupakan inovasi yang dirancang secara khusus untuk PPLN atau wisatawan mancanegara yang tiba di Bali agar dapat menjalani karantina di hotel dengan sistem bubble. Artinya, wisman bisa beraktivitas tidak terbatas hanya di kamar, namun dapat melakukan berbagai aktivitas di area bubble yang khusus disiapkan oleh pengelola hotel.

Program warm up vacation bertujuan agar PPLN tidak merasa menjalani karantina di Bali, namun lebih merasa sedang menjalani pemanasan untuk persiapan liburan di Bali, tentunya dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Saat ini, total hotel karantina yg direkomendasikan satgas Covid-19 per tanggal 2 Februari 2022 berjumlah 66 hotel. Lima di antaranya sudah diperbolehkan menerapkan sistem bubble. Sedangkan, 61 hotel lainnya masih menerapkan sistem karantina biasa.

Hotel yang memfasilitasi program warm up vacation diperkirakan akan terus bertambah. Sementara itu, ada 19 hotel lain yang sudah mengajukan untuk menjadi hotel sistem bubble, dan masih perlu diverifikasi kesiapannya.

Sementara itu, berkaitan dengan kesiapan untuk membuka kembali kunjungan pariwisata ke Bali, telah ditindaklanjuti dengan rencana penerapan dan pemberlakuan kembali Visa On Arrival (VoA).

“Ini adalah upaya pemerintah mempercepat kebangkitan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja yang lebih luas di Bali,” ujar Menteri Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga Uno mengaku dirinya sudah bertemu dengan Gubernur Bali I Wayan Koster di Denpasar, Bali, Rabu (23/2) untuk menjelaskan perihal pembukaan kembali Bali untuk wisatawan asing termasuk penerapan VoA kembali.

“Berdasarkan masukan dari para pelaku pariwisata, VoA diharapkan bisa kembali diterapkan sebagai bagian dari pembukaan Bali kembali bagi wisatawan mancanegara,” ungkapnya.

Terkait kasus mafia visa, Menparekraf Sandiaga menjelaskan pihaknya sudah menindaklanjuti beberapa temuan terkait oknum-oknum yang mengambil kesempatan. Kemenparekraf juga sudah berkoordinasi dengan pihak yang berwajib untuk membina dan memberikan teguran kepada oknum-oknum tersebut.

“Tapi seandainya berlanjut kita tidak akan mentoleransi karena ini mencoreng citra pariwisata kita yang sedang bangkit,” tegas Sandiaga.

Dia berharap semua pelaku industri pariwisata mematuhi peraturan dalam rangka pembukaan kembali Bali ini. Sejalan dengan itu, kata Sandiaga, pemerintah akan memperbaiki regulasi yang ada karena yang menjadi bottle neck atau penghambat itu adalah regulasi, biaya, dan durasi waktu yang harus dilalui untuk mendapat eVisa. 
(Rinaldi)


Sumber: