RILEKS

Asmara Abigail, Dambakan Rumah Bernuansa Etnik Indonesia

Administrator | Kamis, 09 Januari 2020 - 11:19:24 WIB | dibaca: 64 pembaca

Mendapatkan kesempatan itu seperti anugerah yang sangat dinantikan oleh setiap orang. Apalagi kesempatan itu didapat dari salah satu orang yang berpengaruh di industri perfilman nasional.

Ya, di suatu hari tanpa sengaja sutradara kawakan Garin Nugroho menemukan seorang penari profesional yang membuatnya terpukau dengan gerak lincah tarian yang dimainkannya. Tanpa pikir panjang, Garin pun mengajaknya bermain di salah satu film yang berjudul “Setan Jawa” yang sedang digarapnya waktu itu.

Film bisu hitam putih dengan iringan musik live orchestra klasik dan gamelan yang disutradarai oleh Garin Nugroho tersebut ditampilkan di Melbourne, Australia, sebagai pembukaan Asia Pacific Triennial of Performing Arts pada 24 Februari 2017. Film Setan Jawa mampu memukau para hadirin di gedung tersebut, dan kesempatan itu pun menjadi satu lompatan besar dalam hidup dan karir Asmara Abigail.

Mengawali karir sebagai model dan penari, gadis kelahiran Jakarta, 3 April 1992 ini memiliki latar belakang tari tango, flamenco dan pole dance, dan juga tarian Jawa. Setelah penampilan memukau di film Setan Jawa, dia makin sering terlibat dalam pembuatan sejumlah film nasional antara lain sukses berperan sebagai Darminah, tokoh antagonis dalam Pengabdi Setan (film 2017) karya Joko Anwar, seorang sineas muda yang sedang naik daun.

Meskipun scene dalam film itu tidak banyak, ternyata sosok Darminah dalam film itu membuatnya semakin dikenal khalayak, apalagi saat beradegan menari dengan lawan mainnya Fachri Akbar. Dan hebatnya, film Pengabdi Setan yang berjenre horor ini masuk dalam film box office di Indonesia.

“Iya, senang sekali ketika mendapatkan peran Darminah di film Pengabdi Setan. Banyak orang ingin bermain dan disutradarai oleh abang Joko,” ujarnya sembari memegang rambutnya yang panjang.

Ternyata kerjasama dengan Joko Anwar berlanjut hingga sekarang, dengan kepercayaan untuk memerankan karakter seorang mahasiswi psikopat bernama Desti Nikita dalam film Gundala.

“Aku dihubungi oleh tim abang Joko, lalu ikut casting dan briefing tentang karakter yang akan diperankan. Dari awal sudah tahu sih apa yang akan aku perankan, jadi lebih mudah memahami kemauan abang,” jelas Asmara.

Di film Gundala yang membuat terkesan adalah dia dipaksa harus belajar berkelahi, karena di film ini Asmara harus terlibat baku hantam dengan musuh utamanya yang juga tokoh utama film ini yakni Gundala.

Selain Pengabdi Setan dan Gundala, dia juga bermain di beberapa film layar lebar diantaranya Ghost Writer, Sultan Agung, Move On Aja dan Sekte.

Asmara pernah melanjutkan studinya di Milan, Italia, dengan beasiswa dari Haute Future Fashion Academy & Camera Nazionale della Moda Italiana. Di sana dia menyelesaikan jenjang studi Master-nya dengan predikat cum laude di bidang Marketing & Branding for Luxury Products (2014). Kemudian dilanjutkan dengan mengikuti program seni musim panas di Nuova Accademia di Belle Arti Milano.

Rumah Idaman
Siapa sangka, di dalam aktivitasnya yang padat, Asmara sering merasa kelelahan. Di saat kelelahan dia mengaku butuk relaksasi untuk menyegarkan kembali fisik dan pikirannya. Dia mengaku punya cara unik untuk melakukan relaksasi, yakni menyendiri di kamar mandi. Untuk itu, dia sangat butuh kamar mandi yang senyaman mungkin.

“Iya, kamar mandi itu buat aku harus nyaman sekali. Aku bisa berlama-lama jika di kamar mandi,” ujarnya sambil tertawa.

Menurut dia, kamar mandi merupakan tempat mencari inspirasi dan tempat mengembalikan kebugarannya. Dia suka sekali dengan suara air yang mengalir bagai mandi di sebuah air terjun. Bahkan, Asmara menyebutkan dirinya sering melakukan meditasi di bawah kucuran shower kamar mandi.

Soal rumah, dia hingga saat ini masih tinggal bersama orang tuanya di Jakarta. Namun, Asmara Abigail memendam keinginan untuk membangun sendiri hunian yang akan menjadi tempat tinggalnya nanti. Dia mendambakan rumah dengan nuansa etnik budaya Indonesia.

“Salah satu hunian impian aku haruslah di kota (Jakarta) dan rumah untuk liburan semacam summer house gitu. Jadi saat bekerja di kota sudah ada rumah dan kalau ingin menjauh dari kota juga sudah ada tempatnya,” papar dia sembari tersenyum. Ya semoga rumah impianmu tercapai ya Asmara… (Teti Purwanti)