TOPIK KHUSUS

Asa Pengembang di Paruh Kedua

Administrator | Selasa, 12 November 2019 - 15:50:04 WIB | dibaca: 317 pembaca

Foto: Istimewa

Stimulus pasar yang dilakukan pemerintah di sektor properti dalam setahun terakhir ini diharapkan mulai dapat dirasakan industri properti. Dari pelonggaran aturan LTV hingga relaksasi aturan pajak rumah mewah.

Director of Capital Markets and Investment Services Indonesia Colliers International, Steve Atherthon mengatakan di kuartal III dan IV tahun ini yang akan menjadi penggerak utama sektor properti adalah perumahan (residensial) terutama perumahan menengah dan menengah ke bawah, sektor logistik, serta co-working space.

“Pemilu telah selesai, peratutan baru soal pajak barang mewah, dan kini suku bunga, kami berharap sentimen investor lokal akan mulai terjaga untuk pasar properti di Jakarta,” ungkap Steve.

Sementara di kuartal II 2019 untuk segmen perumahan banyak didominasi rumah-rumah dengan harga di bawah Rp150 juta di sekitar Jabodebek dan Banten sebesar 29,88%. Adapun segmen harga Rp300 juta - Rp1 miliar menunjukkan peningkatan komposisi penjualan dari 46,14% menjadi 48,09%.

Pertumbuhan juga terjadi di segmen harga Rp1 miliar hingga Rp 2 miliar yang naik dari 7% menjadi 9%. Penurunan terjadi pada segmen harga di atas Rp 2 miliar dari 5% menjadi 3%.

“Ini menunjukkan bahwa pasar bergeser dari segmen harga atas ke segmen harga lebih rendah di kisaran Rp300 - Rp500 juta, setidaknya hingga akhir tahun,” jelas Steve.

Masih Tertekan
Berbeda dari segmen rumah tapak, apartemen diprediksi masih tertekan di paruh kedua 2019. Direktur Rating PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Vonny Widjaja menyebutkan, rendahnya penjualan dapat dirasakan oleh pengembang yang utamanya berfokus membangun proyek bangunan jangkung atau apartemen.

Dari sisi resiko, proyek apartemen jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rumah tapak. Hal itu karena pengembang mau tidak mau harus terus membangun dan menyelesaikan proyek kendati penyerapan pasar masih rendah. Sebagai alternatifnya pengembang mulai meningkatkan hutang untuk menyelesaikan proyek.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto mengatakan, selama semester I/2019 tambahan pasokan telah mencapai 1.972 unit atau 24% dari total proyeksi pada 2019.

Dengan demikian secara total pasokan apartemen mencapai 205,822 unit 8,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Padahal secara serapan pada kuartal II/2019, secara rata-rata berada di level 87% hampir sama dengan kuartal lalu. Tingkat serapan apartemen tahun 2019 kami perkirakan masih tidak bergerak banyak, masih di level 86-87%,” ungkapnya.

Berdasarkan data Colliers, Total tambahan pasok apartemen pada 2019-2021 mencapai 641 unit dari empat proyek. Sebanyak 77% diantaranya terletak di CBD. Kami perkirakan harga apartemen tidak akan bergerak banyak hingga akhir 2019. Sedangkan secara harga, apartemen akan berada di level Rp35 juta per meter persegi.

Ke depan, seiring dengan harapan makro-ekonomi yang membaik pasca-pemilu 2019, sampai terbentuknya kabinet pemerintahan yang baru dan beroperasinya infrastruktur baru, seperti LRT dan MRT akan mendorong harga properti naik. Colliers memperkirakan harga akan naik sekitar 5-6% per tahun hingga 2023.

Pengamat Properti Panangian Simanungkalit memperkirakan, tahun 2019, pertumbuhan sektor properti berkisar 5-6% dibandingkan dengan 2018. Kapitalisasi pasar properti tahun 2019 bisa mencapai

total Rp114 triliun. Dari jumlah tersebut sekitar Rp80 triliun merupakan kontribusi segmen perumahan. Di lini perumahan, kontributor utama adalah perumahan sederhana atau rumah bersubsidi.

Pengembang Optimis
Menanggapi harapan pemulihan pasar, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) setidaknya sudah menyiapkan empat proyek pada paruh kedua 2019.

Direktur Independen CTRA Tulus Santoso mengungkapkan, proyek pertama yang akan diluncurkan yaitu perumahan di Puri, Jakarta Barat di atas lahan seluas 18,2 hektar. Hunian yang akan dibanderol serentang harga Rp900 juta hingga Rp2 miliar ini menyasar segmen kelas menengah atas. “Kami menargetkan pre sales sebesar Rp 300 miliar pada tahun ini dari penjualan proyek Puri,” kata Tulus.

Proyek berikutnya yaitu residensial skala kota di Sentul. Dari total lahan seluas 1.000 hektar, untuk tahap pertama akan dikembangkan seluas 114 hektar. Hunian yang ditujukan bagi masyarakat kelas menengah bawah ini akan dibanderol sekitar Rp600 juta hingga Rp1,6 miliar dan target pra penjualan yang bisa diperoleh mencapai Rp200 miliar.

Selain Ciputra, PT Waskita Karya Realty (Waskita Realty) yang memperkenalkan produk terbarunya, Vasaka dan Teraskita baru-baru ini. Vasaka sendiri merupakan mengembangan superblok sedangkan Teraskita adalah pembangunan perhotelan dan perkantoran.

Proyek terbaru ini terletak di lokasi yang strategis dan didukung oleh pengembangan infrastruktur dan transportasi massal, investasi properti akan semakin menjanjikan.

Vasaka Solterra yang berlokasi di Pejaten, Jakarta Selatan dengan menara (tower) pertama hampir segera habis dan akan segera dibukan tower kedua. Untuk Vasaka Nines di BSD Serpong telah terjual sebanyak 72%, dan akan segera dibuka tower kedua pada September 2019.

Pengembang properti PT Alamindo Trulynusa (ALSA) langsung meluncurkan tiga produk sekaligus berupa klaster hunian dan area komersial. Seiring kepastian politik hasil Pemilu dan Pilpres 2019 serta kembali tumbuhnya keyakinan pasar, kepercayaan diri ALSA mulai tumbuh dan menjadi dasar pendorong peluncuran produk-produk pada akhir pekan lalu. \

Tiga produk yang diluncurkan ALSA di antaranya Klaster Sriwijaya yang mengedepankan lingkungan bernuansa resort dan arsitektur bergaya moderen klasik. Adapun, klaster hunian tersebut akan menyasar pasar pembeli kelas menengah dengan mengusung konsep hunian kompak yang luasnya sekitar 34 meter persegi di atas lahan seluas 72 meter persegi dan dibanderol mulai dengan harga Rp480 jutaan.

Demikian juga PT Bakrie Pangripta Loka (unit usaha Bakrieland Development Tbk) yang optimis meluncurkan menara hunian terbaru, Jade Tower, di kawasan superblok Sentra Timur Residence. Jade Tower menjadi menara apartemen kedelapan yang hadir di kawasan superblok Sentra Timur Residence. (Teti Purwanti)