Berita

Anggota REI Paling Banyak Daftarkan Proyek di Aplikasi SiKumbang

Administrator | Senin, 14 September 2020 - 11:41:18 WIB | dibaca: 54 pembaca

Foto: Istimewa

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) terus mendorong kalangan pengembang atau developer untuk mendaftarkan proyeknya di aplikasi SiKumbang.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin, mengatakan, PPDPP meminta kepada seluruh asosiasi pengembang untuk melakukan monitoring anggotanya dalam mengikuti perkembangan digital, termasuk mendaftarkan proyeknya di aplikasi SiKumbang.

"Era digital tidak bisa ditinggalkan. Semua asosiasi harus hijrah agar ramah dengan teknologi dan mampu mengikuti perkembangan jaman. Kami minta seluruh pengembang mendaftarkan proyeknya ke aplikasi SiKumbang, karena gerbongnya adalah pengembang,” ujar Arief Sabaruddin, dalam keterangan persnya, Minggu (6/9/2020).

Berdasarkan dashboard management control PPDPP per 2 September 2020, Realestate Indonesia (REI) merupakan asosiasi dengan anggota terbanyak yang telah mendaftarkan proyek perumahan ke aplikasi SiKumbang, yaitu sebesar 5.261 lokasi perumahan.

Posisi selanjutnya diikuti oleh Apersi sebanyak 3.111 lokasi, Himperra sebanyak 1.277 lokasi. Kemudian, Apernas sebanyak 462 lokasi, PI sebanyak 379 lokasi, Apernas Jaya sebanyak 269 lokasi, AB sebanyak 138, PIN sebanyak 98 lokasi, Asperi sebanyak 79 lokasi.

Perumnas sebanyak 70 lokasi, Perwira Usaha sebanyak 60 lokasi, Apperindo sebanyak 52 lokasi, Asprumnas sebanyak 49 lokasi, Asprin sebanyak 22 lokasi, Ap2ersi sebanyak 19 lokasi, Perkumpulan Apersi sebanyak 11 lokasi, Perpesma sebanyak 7 lokasi, Parsindo sebanyak 6 lokasi, Apeppi sebanyak 4 lokasi dan Deprindo sebanyak 1 lokasi.
Menurut Arief, hingga Jumat (4/9/2020), sudah ada 11.414 lokasi perumahan telah tercatat di aplikasi SiKumbang yang merupakan anggota dari 20 asosiasi pengembang. Sebanyak 500.605 unit tapak sudah terdaftar di aplikasi SiKumbang, 257.647 unit tapak subsidi sudah dinyatakan terjual dan 1.604 unit rumah susun terdaftar dengan 387 unit rumah susun subsidi yang telah terjual.

“Kontribusi pengembang sangat besar untuk mendukung big data yang sedang dibangun oleh PPDPP. Dengan adanya data ril saat ini dari sisi supply and demand perumahan, maka semua menjadi lebih akuntabel, transparan, efisien dan cepat,” jelasnya.

Sumber: