PEMBIAYAAN

2020, Dana Tapera Sudah Bisa Dinikmati Masyarakat

Administrator | Kamis, 24 Oktober 2019 - 14:20:19 WIB | dibaca: 194 pembaca

Foto: Istimewa

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) berharap mulai tahun depan Tapera sudah bisa menjalankan salah satu tugasnya menyalurkan pemanfaatan dana kelolaannya kepada masyarakat dalam memiliki hunian yang layak dan terjangkau. Saat ini BP Tapera masih menyelesaikan proses persiapan.

Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi BP Tapera, Nostra Tarigan mengatakan sesuai pesan Presiden RI, BP Tapera harus membangun kredibilitas BP Tapera terlebih dahulu karena BP Tapera akan mengelola dana yang besar untuk penyediaan rumah rakyat. Selain itu, BP Tapera juga masih menunggu draft PP (peraturan pemerintah-red) untuk disahkan menjadi PP sebagai petunjuk pelaksanaan.

“Mudah-mudahan tahun depan diharapkan Tapera ini sudah bisa jalan,” ujar Nostra di Jakarta, baru-baru ini. Disebutkan, BP Tapera dibentuk karena di Indonesia masih banyak masyarakat menengah bawah yang belum memiliki rumah dan saat ini backlog rumah masih mencapai 11,4 juta unit. Tingginya urbanisasi juga berdampak kepada meningkatnya backlog perumahan.

Di Indonesia, jumlah penduduk yang berusia produktif mengalami peningkatan namun belum memiliki tempat tinggal. Sementara kemampuan negara untuk menyediakan rumah masih sangat kecil. Karena itu, kata Nostra, peran BP Tapera diharapkan bisa mendorong percepatan merumahkan rakyat, terutama program pemerintah dalam wujudkan sejuta rumah.

“Backlog kita masih cukup besar, meski dibandingkan dengan China masih kecil. Masih banyak masyarakat kita yang sampai saat ini belum memiliki rumah yang layak, urbanisasi juga mempengaruhi kenaikan backlog,” ujar dia.

Peserta yang menjadi anggota Tapera adalah masyarakat aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI-Polri, karyawan BUMN, BUMD, karyawan swasta, wiraswasta atau pekerja mandiri, dan pekerja asing.

“Sekarang ini prioritas kami adalah ASN terlebih dahulu, karena untuk menyatukan Tapera dari Bapertarum juga tidak mudah. Nanti diikuti oleh anggota TNI-Polri, karyawan BUMN, BUMD dan pekerja dan lainnya,” jelas Nostra.

Tugas lain yang dilakukan BP Tapera adalah pemupukan dana Tapera. Maksudnya mengembangkan dana tabungan masyarakat yang sudah dihimpun untuk diinvestasikan sehingga jumlahnya terus bertambah. Jadi dananya dikembangkan, tidak hanya untuk rumah bagi MBR tapi BP Tapera akan bekerja sama dengan manajer investasi. Setelah itu tugas dari BP Tapera memberikan jaminan kepada peserta untuk memanfaatkan tabungannya dimanfaatkan untuk membeli rumah baru, atau merenovasi.

Saat ini BP Tapera sudah mendapatkan modal awal dari pemerintah sebesar Rp 2,5 triliun. Dana itu digunakan untuk dikelola, dipupuk, dan hasil pengembangannya untuk biaya operasional. Kemudian juga nanti akan ada dana masuk dari Bapertarum senilai Rp10 triliun. Karena lembaga ini dilebur menjadi satu masuk dalam tapera.

Untuk tahap awal, BP Tapera akan mengelola dana senilai Rp 10 triliun. Dana tersebut berasal dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) yang telah dibubarkan pada 24 Maret 2018 sesuai amanat Undang-Undang Tapera. Namun, uang itu masih berada di Kementerian Keuangan dan belum diserahkan ke BP Tapera sehingga belum bisa digunakan.

Penyerahannya harus dilakukan sesuai aturan dari menteri keuangan, bahkan bisa sampai tingkat presiden.

“Yang ada hari ini uang PNS dulu yang ada di Bapertarum, plus minus Rp 10 triliun. Tapi masih menunggu serah terima. Harus ada aturan, mungkin revisi Peraturan Menteri Keuangan, mungkin harus pakai Keppres. Jadi enggak gampang,” ungkap dia.

Sementara itu, Deputi Komisioner BP Tapera Bidang Pemanfaatan Ariev Baginda Siregar mengatakan kehadiran BP Tapera bertujuan untuk menyediakan dana murah jangka panjang. Dana tersebut akan disalurkan untuk pembiayaan perumahan yang berkesinambungan.

“Peserta Tapera yang tergolong sebagai masyarakat berpenghasilan rendah dapat memeroleh manfaat untuk pembelian rumah, perbaikan rumah, atau membangun rumah melalui KPR dengan bunga rendah yang disalurkan oleh institusi keuangan yang bekerja sama dengan kami,” jelas Ariev. 

Saat ini, dia menjelaskan BP Tapera tengah merancang pondasi mulai dari SDM, keuangan, logistik, hingga rencana strategis dalam 5 tahun pertama.

Sinergi Perbankan
Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, sinergi dengan Tapera menjadi langkah strategis untuk mendukung Program Sejuta Rumah (PSR). Bank tersebut. menyatakan siap menjadi mitra utama BP Tapera untuk mengakselerasi kepemilikan hunian yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Kesiapan tersebut didukung dengan pengalaman Bank BTN menjadi pemimpin pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi, inovasi bisnis yang sudah dilakukan BTN, hingga kepemilikan Manajer Investasi yang sudah diinisiasi perseroan dengan membidik saham mayoritas PNMIM dimana saat ini 30% saham sudah diambil alih BTN.

Maryono mengatakan perseroan dan BP Tapera memiliki visi yang sejalan. Keduanya, sebut Maryono, adalah agen pemerintah yang disiapkan untuk mendukung program pemerintah khususnya dalam pembiayaan perumahan menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki rumah yang terjangkau.

Untuk mencapai visi tersebut, ujar Maryono, sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan, perseroan telah menggelar berbagai langkah strategis untuk mengembangkan kapasitas bisnisnya. Perseroan, lanjut Maryono, tengah berupaya merampungkan aksi akuisisi perusahaan Manajer Investasi dan meracik skema pembiayaan perumahan yang baru guna menjangkau semakin banyak masyarakat memiliki rumah.

“Menjadi mitra BP Tapera merupakan sinergi yang sangat tepat sejalan dengan upaya kami terus mendukung kesuksesan Program Satu Juta Rumah. Hanya BTN yang sangat concern mendukung pembiayaan perumahan rakyat sejak bank ini ada tahun 1974. Ini bukan program BTN tetapi program pemerintah yang perlu didukung bersama stakeholder terkait bidang perumahan,” ujar Maryono.

Per Maret 2019, emiten bersandi saham BBTN ini juga masih menempati posisi wahid di pasar KPR Subsidi dengan pangsa sebesar 92,96%. Bank BTN belum lama ini telah menggelar Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Purchase Agreement/CSPA) untuk membeli saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM). Hingga kini, Bank BTN telah berkomitmen membeli 30% saham perusahaan manajer investasi tersebut. Ke depannya dengan izin OJK, perseroan bakal menambah kepemilikan saham hingga mencapai 85%.

“Pembelian saham manajer investasi ini kami lakukan untuk memaksimalkan pengelolaan dana jangka panjang seperti dana Tapera, sekaligus untuk meningkatkan kinerja bisnis Bank BTN,” tambah Maryono. (Rinaldi)